Jurnal Agropet

PREVALENSI LNFEKSI PARASIT CACING PADA SALURAN PENCERNAAN SAPI BALI DAN SAPI RAMBON DI DESA WOSU KECAMATAN BUNGKU BARAT KABUPATEN MOROWALI

Judul : Prevalensi Lnfeksi Parasit Cacing Pada Saluran Pencernaan Sapi Bali Dan Sapi Rambon Di Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali
Penulis : I Gusti Ngurah Putu Widnyana  1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : Parasit, Prevalensi, Sapi Bali, Sapi Rambon

RINGKASAN


Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Prevalensi lnfeksi Parasit Cacing Pada Saluran Pencernaan Sapi Bali dan sapi Rambon bantuan pemerintah melalui dana DAK tahun 2011, di Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali dilaksanakan selama 3 (tiga) Bulan dari Bulan September sampai dengan Desember 2012.

Materi penelitian ini menggunakan feses sapi Bali dan feses Sapi Rambon masing-masing 20 sampel milik Masyarakat Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan metode Uji Apung dan Uji Sendimentasi di Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan

Hasil analisa data dari kedua uji tersebut dapat disimpulkan bahwa sapi bantuan pemerintah di desa Wosu terinfeksi 6 jenis parasit cacing ( Eimeria sp, Paramphistomum sp, Cooperia pectinita, Moneizia benedi, moneizia expansa, Bunostomum phlebotomum), Presentase prevalensi parasit cacing pada saluran pencernaan pada sapi Bali di Desa Wosu adalah jenis parasit cacing Paramphistomum sp 60%, Eimeia sp dan paramphistomum (10 %), parasit cacing Moneizia benedi (5 %), dan terinfeksi ganda 15 % ( emeria sp, paramphistomum, larva nematoda). Sementara prevalensi pada sapi rambon adalah jenis Parasit cacing paramphistomum 55 %, parasit cacing emeria sp dan para,phistomum 5 %, parasit cacing Cooperia pectinita dan paramphistomum 5 %, parasit cacing moneizia expansa dan paramphistomum 5 % dan terinfeksi tiga jenis parasit cacing 30 % (Bonostomum phlebotomum , emeria sp, paramphistomum)


Download Pdf

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT AVIAN INFLUENSA (FLU BURUNG) PADA TERNAK AYAM

Judul : Persepsi Masyarakat Tentang Penyakit Avian Influensa (Flu Burung) Pada Ternak Ayam
Penulis : Helmi Mongi  1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : Persepsi, Avian Influenza

RINGKASAN


Usaha peternakan ayam mempunyai prospek yang sangat baik di Indonesia. Akan tetapi dalam pengembangan ternak unggas masih sering terdapat kendala terutama salah satunya masalah penyakit. Avian Influenza adalah salah satu penyakit yang dapat menginfeksi ternak ayam dan menyebabkan kematian mendadak. Pada Tahun 2011 berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kelautan, Perikanan,Peternakan dan Kesehatan Hewan terdapat kasus kematian ternak Ayam yang disebabkan oleh virus Avian Influenza di Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso yang ditandai dengan banyaknya ternak ayam milik peternak mati secara mendadak dengan gejala klinis seperti Avian Influenza. Waspada Avian Influenza adalah salah satu cara mencegah terjangkitnya penyakit Avian Influenza disuatu daerah/tempat. Daerah sekitar adalah daerah rawan terjangkit Avian Influenza. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan pada 2 (dua) kecamatan di sekitar kecamatan Poso Kota yang terinfeksi yaitu Poso Kota Utara dan Poso Kota Selatan guna mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan masyarakat akan penyakit Avian influenza. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis pandangan masyarakat tentang penyakit Avian Influenza (flu Burung). Adapun teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling, data yang ada akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang Avian Influenza disebabkan karena kurangnya informasi yang diperoleh dari dinas terkait serta kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya Avian Influenza. Kasus Avian Influenza (flu burung) yang di Indonesia ataupun yang terjadi di Kabupaten Poso tidak mempengaruhi sikap masyarakat terhadap konsumsi hasil ternak ayam di Kecamatan Poso Kota Utara dan Kecamatan Poso Kota Selatan


Download Pdf

EFISIENSI PENGGUNAAN N ANORGANIK DENGAN PEMANFAATAN N DARI PUPUK KANDANG KAMBING PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS

Judul : Efisiensi Penggunaan N Anorganik Dengan Pemanfaatan N Dari Pupuk Kandang Kambing Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis
Penulis : Endang Sri Dewi HS 1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : Jagung, Manis, Organik, Anorganik, Pupuk

RINGKASAN


Jagung manis merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat digemari oleh masyarakat dan berpeluang memberikan untung relatif tinggi bila diusahakan secara efektif dan efisien. Pupuk nitrogen merupakan kunci utama dalam usaha meningkatkan produksi jagung. Nitrogen dapat diperoleh melalui aplikasi pupuk, baik pupuk organik seperti pupuk kandang kambing maupun anorganik seperti urea. Efisiensi penggunaan N anorganik dengan pemanfaatan N dari pupuk kandang kambing Pada pertumbuhan dan hasil Tanaman Jagung Manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2013 bertempat di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan perlakuan kebutuhan pupuk kandang kambing dan pupuk nitrogen urea dengan 5 taraf yaitu K0: 100% anorganik N; K1: 75% N anorganik + 25% pupuk kandang kambing, K2: 50% anorganik N+ 50% pupuk kandang kambing; K3: 25% N anorganik + 75% pupuk kandang kambing dan K4: 100% pupuk kandang kambing. Pengamatan dilakukan pada beberapa variabel aktivitas pertumbuhan, komponen hasil jagung manis yang dihasilkan. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian memberikan informasi bahwa perlakuan dengan dosis kombinasi 55 % anorganik + 75% kandang kambing memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada tanaman jagung manis dibandingkan perlakuan lainnya.


Download Pdf

TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG PENGUMPUL TERNAK KERBAU DI KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO

Judul : Tingkat Pendapatan Pedagang Pengumpul Ternak Kerbau Di Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso
Penulis : Panji Berkat Th. Lakiu  1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : Efisiensi, Pemasaran, Kerbau

RINGKASAN


Usaha ternak kerbau telah diupayakan untuk menjadi salah satu andalan usaha peternakan di Kabupaten Poso. Upaya pengembangan masih berjalan lamban karena masih banyak peternak yang melakukan usaha ternak secara tradisional dan terbatasnya informasi tentang pemasaran kerbau. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara biaya pemasaran kerbau yang dikeluarkan oleh pedagang dengan keuntungan pemasaran yang diperoleh pedagang yang terlibat dalam pemasaran kerbau di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima saluran pemasaran kerbau yang melibatkan peternak dan pedagang. Distribusi marjin terbesar pada saluran I, II, III dan IV terdapat pada pedagang pengumpul, sedangkan pada saluran V pada peternak maju. Pada saluran I, II dan III peternak biasa maupun peternak maju memperoleh keuntungan tertinggi sehingga dapat dinyatakan bahwa ketiga saluran cukup efisien untuk peternak. Biaya pemasaran yang paling dominan pengaruhnya terhadap keuntungan pedagang pengumpul I dan III adalah biaya retribusi dengan kontribusi sebesar 96,1% terhadap keuntungan pedagang pengumpul I dan 84,2% terhadap keuntungan pedagang pengumpul III. Harga di tingkat peternak dengan harga di tingkat konsumen belum terintegrasi secara vertikal sehingga belum terbentuk struktur pasar yang bersaing sempurna. Perubahan harga di tingkat pedagang pengumpul I sangat mempengaruhi elastisitas harga di tingkat konsumen dengan kontribusi 75% terhadap variasi perubahan harga di tingkat konsumen.


Download Pdf

RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) TERHADAP BERBAGAI INTERVAL PENYIRAMAN DAN DOSIS PEMUPUKAN NPK PADA MEDIA TANAH + ARANG SEKAM (1+1)

Judul : RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) TERHADAP BERBAGAI INTERVAL PENYIRAMAN DAN DOSIS PEMUPUKAN NPK PADA  MEDIA TANAH + ARANG SEKAM (1+1)
Penulis : Toyip 1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : kangkoong, media composition, growth

RINGKASAN


This experiment aims to study the response of kangkoong plants to various planting media composition. The experiment was conducted in Maret to April 2011 in the Greenhouse at University Farm, IPB. It was arranged with two factor, the first factor is interval of irrigation and second factor is rate of NPK fertilizer and three replications. Implementation of the experiment based on Two Factors Experiments in Completely Randomized Design. Experimental results show that, the media consisting of soil and rice husk with a ratio of 1:1, with gives the best results on plant height and yield of kangkung.


Download Pdf