Jurnal Agropet

PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI DAN KELAPA SAWIT DENGAN SISTEM INTEGRASI DI KECAMATAN MORI ATAS

Judul : Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Dan Kelapa Sawit Dengan Sistem Integrasi Di Kecamatan Mori Atas
Penulis : Panji B. Th. Lakiu 1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci :  Integrasi, sapi dan kajian ekonomi

RINGKASAN


Pengkajian sosial ekonomi sistem integrasi sapi dalam perkebunan kelapa sawit (SISKA) dilakukan untuk mengetahui keragaan dan efisiensi yang diperoleh, mencari teknologi yang tepat, serta kendala dan faktor pendorong dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan juni 2003 di PT.Astra yang telah mengintegrasikan ternak sapi dalam kebun sawitnya sejak tahun 1997, metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SISKA meringankan kerja pemanen dalam mengumpulkan tadan buah segar (TBS) sehingga meningkatkan kemampuan kerja pemanen dari areal kerja (ancak) 10 ha menjadi 15 ha. Ternak sapi menghasilkan kotoran yang potensial untuk dijadikan kompos (pupuk) untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan biaya produksi. Hasil samping perkebunan kelapa sawit (pelepah, daun, rumput, solid, bungkil inti sawit) dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Daya tampung sapi dalam 1 ancak (15 ha) dari komponen pelepah, daun, dan rumput adalah 23 unit ternak sapi dewasa. Skala usaha 1 ekor induk tanpa memperhitungkan biaya tenaga kerja menghasilkan R/C 2,37; NPV Rp.2.241.00; dan IRR 37,3%. Skala usaha 3 ekor induk sapi dengan memperhitungkan biaya tenaga kerja memberikan R/C 2,46; NPV Rp.7.324.000 dan IRR 39%; selanjutnya pada skala usaha 6 induk + 1 jantan menunjukkan suatu usaha yang komersial dengan R/C 3,13; NPV Rp.22.425.000 dan IRR diatas 50%.


Download Pdf

ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR BINA TERNAK MANDIRI DI KELURAHAN MAPANE KECAMATAN POSO PESISIR

Judul : Analisis Profitabilitas  Usaha Peternakan Ayam Petelur Bina Ternak Mandiri Di Kelurahan Mapane Kecamatan Poso Pesisir
Penulis : Helmi Mongi 1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci :  

RINGKASAN


Sesuai dengan program pemerintah untuk melipat gandakan hasil produksi pangan atau peningkatan mutu makanan (gizi) per kapita, maka hal ini hanya mungkin apabila petani peternak merealisir apa yang telah dirintis oleh Dinas yang terkait. Kita ketahui bahwa program pembangunan adalah dalam segala segi. Salah satu diantaranya yang harus dilaksanakan ialah dibidang pertanian/peternakan.

Dalam bidang peternakan kita bisa melipat gandakan produksi telur, susu ,daging. Karena itulah perlu untuk membangun dan mengembangkan suatu usaha peternakan dalam segala skala usaha yang nantinya diharapkan dapat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum.


Download Pdf

PENGARUH KOMPOSISI TANAMAN TUMPANGSARI TERHADAP HASIL JAGUNG KUNING DAN KACANG TANAH

Judul : Pengaruh Komposisi Tanaman Tumpangsari Terhadap Asil Jagung Kuning Dan Kacang Tanah
Penulis : Toyip 1
   

1)Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : Tumpang sari, NKL, KKR, Jagung Kuning, Kacang Tanah

RINGKASAN


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi tanaman jagung dan kacang tanah yang tepat dalam memberikan hasil tertinggi dalam sistem tumpangsari. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan perlakuan yang dicobakan terdiri atas 5 taraf berdasarkan populasi tanaman monokulturnya yaitu J0: monokultur jagung, J1: monokultur kacang tanah, J2: 3 : 3 (3 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J3: 1 : 3 (1 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J4: 2 : 5 (2 jalur jagung:5 jalur kacang tanah). Pengamatan dilakukan terhadap variabel pertumbuhan jagung dan kacang tanah, komponen hasil jagung dan kacang tanah dan variabel tumpangsari. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa monokultur jagung dan kacang tanah berbeda dengan semua perlakuan kecuali pada tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah, untuk pengamatan luas daun jagung menunjukkan nilai yang sama. Selanjutnya tumpangsari dengan komposisi 1 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah pada tinggi tanaman kacang tanah menunjukkan nilai yang berbeda dengan semua perlakuan. Selanjutnya komponen tumpang sari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai NKL yang berbeda dengan komposisi yang lain dan menunjukkan nilai NKL yang sama dengan monokultur jagung dan kacang tanah. Tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai KKR yang berbeda dengan semua perlakuan.


Download Pdf

PERKIRAAN WAKTU TANAM PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA SILANCA TAHUN 2015 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL THOMAS-FIERING

Judul : Perkiraan Waktu Tanam Padi Sawah Tadah Hujan Di Desa Silanca Tahun 2015 Dengan Menggunakan Model Thomas-Fiering
Penulis : Kamelia Dwi Jayanti 1 , Ita Mowidu 2
   

1,2)Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : Masa Tanam, Pembangkitan Data Curah Hujan Bulanan Tahun 2015, Neraca Air

RINGKASAN


Penelitian Perkiraan Waktu Tanam Padi Sawah Tadah Hujan Di Desa Silanca Tahun 2015 Dengan Menggunakan Model Thomas-Fiering telah dilaksanakan di Desa Silanca. Penelitian ini selain bertujuan untuk membangkitkan data curah hujan, juga menganalisis neraca air untuk menentukan masa tanam yang tepat. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sampel tanah yang diambil langsung di Desa Silanca, sedangkan data primer yang berupa data anasir iklim diperoleh dari stasiun meteorologi kasiguncu.

Hasil analisis analisis tanah menunjukkan bahwa tanah pada lahan sawah tadah hujan di Desa Silanca memiliki Bulk density 1,42gr/cm3, kadar lengas kapasitas lapangan 88,39%, kadar lengas titik layu permanen 17,20% dan lengas tersedia 71,19% . Berdasarkan analisis neraca air diketahui bahwa lahan sawah di Desa Silanca, Kecamatan Lage memiliki ketersediaan lengas tanah yang cukup untuk budidaya tanaman padi gogo rancah maupun padi sawah. Masa tanam yang diusulkan untuk budidaya padi sawah di Desa Silanca, Kecamatan Lage Tahun 2015 antara lain Januari-April, Februari-Mei, Maret-Juni, April-Juli, Mei-Agustus, September-Desember, Oktober-Januari, November-Februari, dan Desember-Maret.


Download Pdf

KAJIAN PENINGKATAN SERAPAN NPK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK ANORGANIK MAJEMUK DAN BERBAGAI PUPUK ORGANIK

Judul : Kajian Peningkatan Serapan Npk Pada Pertumbuhan Dan Asil Tanaman Jagung Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk Norganik Majemuk Dan Berbagai Pupuk Organik
Penulis : Endang Sri Dewi HS 1 , Meitry Tambingsila 2
   

1,2)Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso Poso

Penerbit : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
Kata Kunci : Serapan, Jagung Pulut, Anorganik, Organik, Nitrogen, Posfor dan Kalium

RINGKASAN


Tanaman jagung adalah tanaman pangan kedua setela padi. Tanaman jagung dapat dikembangkan dengan pengelolaan hara karena dalam pertumbuhannya tanaman jagung sangat banyak menyerap unsur nitrogen, pospor dan kalium.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peningkatan serapan NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dengan pemberian kombinasi pupuk anorganik majemuk dan berbagai pupuk organik. Penelitian direncanakan dilaksanakan pada bulan Februari 2014 samapi Juli 2014. dilaksanakan di Kebun Percontohan Balai Benih Hortikultura Desa Maliwuko Kecamatan Lage Kab. Poso , Propinsi Sulawesi Tengah. Bahan yang dipergunakan adalah benih jagung pulut lokal serta pupuk majemuk NPK, pupuk organik daun gamal, pupuk organik kulit kakao, pupuk organik kandang sapi, pupuk organik kandang kambing dan pestisida. Peralatan yang dipergunakan untuk penelitian ini adalah timbangan analitik, mistar ukur, oven, pengukur kadar air biji, dan alat pertanian lainnya. Penelitian di lakukan di di rumah kaca dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan   kombinasi pupuk anorganik majemuk dan pupuk organik terdiri dari 5 taraf di ulang sebanyak 3 kali sehingga 5 x 4 = 20 Petak Percobaan. Kombinasi pemupukan dapat digambarkan sebagai berikut :Pupuk Anorganik majemuk 100 % (N0), Pupuk Anorganik majemuk 50 % + Kompos daun gamal 50 % , Pupuk Anorganik Majemuk 50 % + Kompos Kakao 50 %, Pupuk Anorganik Majemuk 50 %+ pupuk kandang Sapi 50 %, Pupuk Anorganik Majemuk 50 % + Pupuk kandang kambing   50 %. Pengamatan meliputi pengamatan pertumbuhan, pengamatan fisiologi dan parameter hasil. Hasil Penelitian Menujukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi pupuk anorganik majemuk 50% dan pupuk organik kandang kambing 50 % dan Perlakuan dengan kombinasi pupuk anorganik majemuk 50% dan pupuk organik daun gamal 50 % memberikan hasil terbaik pada semua parameter pertumbuhan, Serapan N dan hasil Tanaman.


Download Pdf